Landasan-Landasan Koperasi

Diposting pada

[ad_1]

Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Landasan-Landasan Koperasi. Di mana Landasan-Landasan-Landasan Koperasi terdiri atas Landasan Idiil, Landasan Strukturil dan gerak, dan Landasan Mental. Landasan-Landasan Koperasi tersebut akan dijelaskan yaitu sebagai berikut:

a. Landasan Idiil:

     The equitable pioneers of Rochdale, sebagai para pelopor yang tulus ikhlas melaksanakan cita-cita berkoperasi di Inggris  (Rochdale), yang telah berhasil dalam perjuangannya berkoperasi, mempunyai cita-cita yang luhur yaitu menjadikan badan koperasi yang bertujuan untuk mengubah perbaikan ekonomi dan perbaikan hidup di dunia.

      Bagi Bangsa Indonesia, Pancasila yang menjadi Falsafah negara dan Bangsa Indonesia telah menjadi Landasan Idiil koperasinya (pasal 2 ayat (1) UU No. 12/1967). Kelima Sila yaitu: Ketuhanan Yang Maha Ea, Perikemanusiaan, Kebangsaan, Kedaulatan Rakyat (kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan) dan Keadilan Sosial, harus dapat mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dan perkoperasiannya, yang artinya yaitu: baik dalam ideologinya maupun dalam teknik pelaksanaan kerja dan perlakuan-perlakuannya, selalu harus memancarkan kelima Sila dari Pancasila tersebut.

  

b. Landasan Strukturil dan Landasan Gerak:

    Landasan strukturil Koperasi Indonesia adalah Undang-Undang Dasar 1945 dan Landasan Geraknya adalah pasal 33 ayat (1) Undang-Undang Dasar1945 beserta penjelasannya. Pasal 33 ayat (1) UUD 1945 berbunyi :

Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas-azas kekeluargaan“. Dan penjelasannya berbunyi : “Dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran orang seorang. Sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan. Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah Koperasi.

c. Landasan Mental

    Koperasi Indonesia agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam mencapai tujuannya, harus ditopang dengan kuat oleh sifat mental para anggotanya, yaitu “Setia kawan dan kesadaran pribadi” (solidarity and individuality). Rasa setia kawan ini sangat penting, karena tanpa rasa itu maka tidaklah mungkin akan ada kerja sama (sense of cooperation) yang merupakan conditio sine qua non dalam koperasi sebagai usaha bersama dalam kesamaan hak dan kewajiban. Rasa kesetia-kawanan dan Kesadaran Berpribadi tersebut satu sama lainnya harus memperkuat.

     Solidarity (rasa setia kawan) telah ada dalam masyarakat Indonesia yang asli dan tercermin dalam kegotong-royongan yang spontan. Akan tetapi landasan “setia kawan” saja belum cukup menopang dengan kuat, karena hanya dapat memelihara persekutuan dalam masyarakat yang statis atau dengan lain perkataan bahwa landasan tersebut mengandung segi-segi “kesementaraan dan kestatisan” dan karenanya kurang dapat mendorong kedinamikan dan hasrat untuk maju. Maka oleh sebab itulah diperlukan “kesadaran berpribadi atau tahu akan harga diri” percaya pada diri sendiri atau kemampuan dari kemanunggalan para anggota sendiri”, sehingga kedinamikan dan hasrat untuk maju dari setiap anggota yang bermanunggal dalam Koperasi Indonesia akan selalu ada.
      Jadi jelaslah, bahwa “Setia Kawan” dan “kesadaran berpribadi” harus selalu saling mengisi, dorong-mendorong, hidup-menghidup dan awas-mengawasi, sebagai suatu kekuatan untuk mencapai dan atau mewujudkan cita-cita dan tujuan Koperasi Indonesia.

Landasan-Landasan Koperasi
Landasan-Landasan Koperasi

     Tanpa adanya landasan-landasan tersebut, koperasi dapat diibaratkan sebuah perahu yang ada di tengah-tengah gelombang, sehingga kemungkinan-kemungkinan untuk mencapai pantai adalah sedikit sekali. Landasan-Landasan tersebut di atas sangat penting untuk menyelamatkan dan memperlancar jalannya koperasi dalam menyukseskan tercapainya atau terwujudnya apa yang menjadi cita-cita dan tujuan Koperasi. Bagi para anggota koperasi dan segenap rakyat yang pada umumnya tertarik pada koperasi, cita-cita semata betapapun pentingnya dipandang dari segi mental akan sangat memurungkan para anggotanya dan segenap rakyat yang umumnya menaruh perhatian terhadap Koperasi, karena mereka sangat mengharapkan adanya kenyataan tentang “apa yang dapat diperbuat dan dapat diwujudkan” oleh koperasi untuk memperbaiki nasib dan meningkatkan kesejahteraan hiduo para anggotanya. Prof. Ir. Tekosumodiwirjo (seorang ahli koperasi kita) dalam pidato pengukuhan sebagai guru besar mata kuliah koperasi yang berjudul “Beberapa Persoalan sekitar Pak Tani dan hubungannya dengan Gerakan Koperasi”, antara lain mengatakan, bahwa “Para petani tidak mengharapkan bergelegarnya guntur, tetapi air curahan hujanlah yang diharapkannya”.

Demikian pembahasan mengenai Landasan-Landasan Koperasi, semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian.

[ad_2]

kumpulan peluang usaha